Sawah Lebak

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata, tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi, sosial, politik, budaya, lingkungan, maupun melalui perbaikan (improvement), pertumbuhan (growth) dan perubahan (change).

Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang berjudul “Getting Agriculture Moving” dijelaskan secara sederhana dan gambling tentang syarat pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani, (2) teknologi yang senantiasa berkembang, (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal, (3) adanya perangsang produksi bagi petani, dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan, (2) kredit produksi, (3) kegiatan gotong royong petani, (4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian, dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian. Beberapa Negara berkembang, termasuk Indonesia, mengikuti saran dan langkah kebijakan yang disarankan oleh Mosher.

Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969), yaitu pada masa pemerintahan Orde Baru, yang tertuang dalam strategi besar pembangunan nasional berupa Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (PU-PJP) yaitu PU-PJP I (1969-1994) dan PU-PJP II (1994-2019). Dalam PU-PJP I, pembangunan dilaksanakan melalui lima serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang semuanya dititik beratkan pada sektor pertanian sebagai berikut:

1. Repelita I: titik berat pada sektor pertanian dan industri pendukung sector pertanian.

2. Repelita II: titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industry pengolah bahan mentah menjadi bahan baku.

3. Repelita III: titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolah bahan baku menjadi bahan jadi.

4. Repelita IV: titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri penghasil mesin-mesin.

5. Repelita V: melanjutkan Repelita IV.

Memasuki era globalisasi yang dicirikan oleh persaingan perdagangan internasional yang sangat ketat dan bebas, pembangunan pertanian semakin dideregulasi melalui pengurangan subsidi, dukungan harga dan berbagai proteksi lainnya. Kemampuan bersaing melalui proses produksi yang efisien merupakan pijakan utama bagi kelangsungan hidup usahatani. Sehubungan dengan hal tersebut, maka partisipasi dan kemampuan wirausaha petani merupakan faktor kunci keberhasilan pembangunan pertanian.

Sawah Lebak adalah sawah rendahan yang tergenang secara periodik sekurang-kurangnya tiga sampai enam bulan secara kumulatif dalam setahun, dan dapat kering atau lembab tiga bulan secara komulatif dalam setahun. Lahan lebak yang berpotensi sebagai sawah lebak banyak dijumpai di seluruh nusantara tersebar di pulau sumatera dan Kalimatan yang mempunyai banyak sungai dan berpeluang baik.

Berdasarkan jenisnya, sawah lebak termasuk dalam sumberdaya alam hayati (biotik). Berdasarkan sifat/kelestariannya, sawah lebak termasuk dalam sumberdaya alam terbaharukan (renewable resources). Sedangkan berdasarkan tempatnya, sawah lebak tergolong sumberdaya alam di darat. Adapun berdasarkan potensi penggunaannya, sawah lebak termasuk sumberdaya ruang.

Penggunaan pertumbuhan PDB sebagai  insikator kesejahteraan makro hasilnya tidak sejalan dengan penggunaan pangsa pengeluaran pangan sebagai indikator mikro untuk melihat tingkat kesejahteraan. Secara makro, pangsa PDB pertanian yang relatif kecil masih menanggung beban menyerap angkatan kerja dalam pangsa yang relatif besar sehingga produktivitasnya menjadi rendah.  Secara mikro kondisi ini terlihat secara konsisten bahwa rumah tangga nonpertanian lebih sejahtera dibandingkan rumah tangga pertanian baik di desa maupun di kota, serta pada kelompok dengan pendapatan yang sama.

Rumah tangga nonpertanian baik di kota maupun di desa serta pada berbagai kelas pendapatan lebih sensitif terhadap guncangan ekonomi dibandingkan rumah tangga pertanian. Selain memiliki akses ekonomi, akses fisik, dan akses informasi terhadap pangan, factor budaya juga menentukan prilaku konsumsi yang mempengaruhi sensitivitas rumah tangga terhadap guncangan ekonomi.

Pemerataan pembangunan tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan penduduk diberbagai lapisan, tetapi dapat juga mengurangi permasalahan social dan politik akibat meningkatnya migrasi ke kota besar di Jawa dan Bali, serta meningkatnya ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pangan untuk meningkatkan pendapatan penduduk pedesaan.

 

B. Permasalahan

  1. Apa yang dimaksud dengan sawah itu sendiri ?
  2. Apa yang dimaksud dengan sawah lebak ?
  3. Apa hubungan serta perangan sawah lebak dalam pembangunan pertanian?
  4. Bagaimana pengembangan swah lebak dalam pembangunan pertanian ?

 

C. Tujuan

Untuk mengetahui tentang sawah, terutama sawah lebak dalam pembangunan pertanian dewasa ini.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Sawah

Sawah adalah lahan usaha pertanian yang secara fisik berpermukaan rata, dibatasi oleh pematang, serta dapat ditanami padi, palawija atau tanaman budidaya lainnya. Kebanyakan sawah digunakan untuk bercocok tanam padi. Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi memerlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi sawah digunakan sistem irigasi dari mata air, sungai atau air hujan. Sawah yang terakhir dikenal sebagai sawah tadah hujan, sementara yang lainnya adalah sawah irigasi. Padi yang ditanam di sawah dikenal sebagai padi lahan basah (lowland rice). Pembagian Tanah Sawah:

1). Lahan basah Sawah

Lahan sawah adalah tanah yang dapat digenangi air dan mempertahankannya, dapat diratakan dan dibatasi dengan pematang contoohnya adalah Sawah berigasi (teknis, setengah teknis) dan Sawah tadah hujan.
Tindakan yg sangat penting dalam pengolahan tanah sawah adalah: pelumpuran (Proses terurainya agregat-agregat tanah menjadi partikel-partikel tanah yang lebih kecil dan seragam, yang terjadi akibat adanya tenaga mekanis pada tanah yang mempunyai kandungan air tanah yang tinggi).

a) Gogo Rancah

Lahan sawah yang bergantung kepada curah hujan, dimana pada awalnya padi diusahakan secara gogo (kering) atau sedikit air, kemudian setelah hujan turun dikelola dengan sistem sawah biasa.

b) Sistem Surjan

Lahan yg diusahakan dengan membuat guludan/ pematang yang cukup luas (lebar 1-3 m) pada bagian atas yang ditanami palawija/sayuran dan tabukan/ legokan pada bagian bawah yang ditanami padi sawah.

c) Lebak

Disebut juga rawa lebak: umumnya di dataran rendah di sekitar sungai yang terjadi karena luapan air sungai dan air hujan. Terjadi secara periodik yakni selama musim penghujan.

d) Pasang Surut

Lahan yang terbentuk oleh naik turunnya permukaan air sungai akibat terjadinya pasang naik dan surut di laut tempat sungai tersebut bermuara Tipe A, Tipe B, Tipe C, & Tipe D. Untuk lahan basah khususnya sawah perlu dilakukan pelumpuran dan pembuatan pematang, dengan tujuan:

• Pelumpuran (pudddling) untuk membentuk lapisan kedap air (lapisan bajak)
• Pematang dapat menjaga air tetap tersedia di areal persawahan tanah berlumpur tetap dalam keadaan reduktif, sekalipun tanpa digenangi sampai tanah mongering
2. Lahan Kering

Lahan yang tidak jehuh air sepanjang tahun.Untuk lahan kering umumnya diperlukan bedengan, dengan tujuan:

• Memperbaiki drainase bagi tanaman yang tidak tahan genangan

• Mendapatkan lapisan tanah atas yang lebih dalam

• Memperbaiki pengumbian pada akar lateral agar menuju ke arah bawah

• Menghindarkan serangan soil born disease

B. Sawah Lebak

a.  Tipologi Lahan Lebak

Lahan rawa lebak adalah lahan yang pada periode tertentu (minimal satu bulan) tergenang air dan rejim airnya dipengaruhi oleh hujan, baik yang turun setempat maupun di daerah sekitarnya.

Berdasarkan tinggi dan lama genangan airnya, lahan rawa lebak dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

1)      Lahan lebak dangkal adalah lahan lebak yang tinggi genangan airnya kurang dari 50 cm selama kurang dari 3 bulan.

2)      Lahan lebak tengahan adalah lahan lebak yang tinggi genangan airnya 50-100 cm selama 3-6 bulan.

3)      Lahan lebak dalam adalah lahan lebak yang tinggi genangan airnya lebih dari 100 cm selama lebih dari 6 bulan.

Lahan lebak dangkal umumnya mempunyai kesuburan tanah yang lebih baik, karena adanya pengkayaan dari endapan lumpur yang terbawa luapan air sungai. Lahan lebak tengahan mempunyai genangan air yang lebih dalam dan lebih lama daripada lebak dangkal, sehingga waktu surutnya air juga lebih belakangan. Oleh karena itu, masa pertanaman padi pada wilayah ini lebih belakang daripada lebak dangkal. Lahan lebak dalam letaknya lebih dalam yang pada musim kemarau dengan iklim normal umumnya masih tergenang air dan ditumbuhi oleh beragam gulma terutama jenis Paspalidium, sehingga wilayah ini merupakan reservoir air dan sumber bibit ikan perairan bebas. Lahan ini umumnya jarang digunakan untuk usaha tanaman, kecuali pada areal yang periode tidak tergenang airnya lebih dari 2 bulan atau bila terjadi kemarau panjang.

b.  Jenis Tanah dan Karakteristiknya

Jenis tanah yang umum dijumpai di lahan lebak adalah tanah mineral dan gambut. Tanah mineral bisa berasal dari endapan sungai atau bisa berasal dari endapan marin, sedangkan tanah gambut di lapangan bisa berupa lapisan gambut utuh atau lapisan gambut berselang seling dengan lapisan tanah mineral. Tanah mineral memiliki tekstur liat dengan tingkat kesuburan alami sedang – tinggi dan pH 4 – 5 serta drainase terhambat – sedang. Setiap tahun, lahan lebak umumnya mendapat endapan lumpur dari daerah di atasnya, sehingga walaupun kesuburan tanahnya umumnya tergolong sedang, tetapi keragamannya sangat tinggi antar wilayah atau antar lokasi.

Lahan gambut adalah lahan yang memiliki lapisan tanah gambut, yaitu tanah yang terbentuk dari bahan organik atau sisa-sisa pepohonan, yang dapat berupa bahan jenuh air dengan kandungan karbon organik sebanyak 12-18% atau bahan tidak jenuh air dengan kandungan karbon organik sebanyak 20%. Tanah gambut biasanya memiliki tingkat kemasaman yang tinggi karena adanya asam-asam organik, mengandung zat beracun H2S, ketersediaan unsure hara makro dan mikro terutama P, K, Zn, Cu dan Bo yang rendah, serta daya sangga tanah yang rendah. Lahan gambut dengan karakteristik tanah yang demikian memerlukan teknologi pengelolaan dan pemilihan jenis tanaman atau varietas tertentu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang memadai.

 

C. Sawah Lebak dalam Pembangunan Pertanian

Lahan rawa lebak terdapat cukup luas di Indonesia, merupakan salah satu alternatif areal yang dapat dikembangkan untuk mengatasi kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya alih fungsi lahan setiap tahun.

Lahan rawa semakin penting peranannya dalam upaya mempertahankan swasembada beras dan mencapai swasembada bahan pangan lainnya, mengingat semakin menciutnya lahan subur di Jawa akibat penggunaannya untuk perumahan dan keperluan non pertanian lainnya.

Lahan lebak yang berpotensi sebagai sawah lebak banyak dijumpai di seluruh nusantara tersebar di pulau sumatera dan Kalimatan yang mempunyai banyak sungai dan berpeluang baik untuk dikembangkan. Lahan lebak tersebut cukup subur bila diolah dan dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan.

Selain itu, beberapa wilayah lahan rawa lebak belakangan ini mulai dikembangkan untuk tanaman perkebunan seperti kelapa sawit dan karet. Pengembangan perkebunan ini memerlukan pembuatan saluran-saluran pengatusan (drainage), pintu-pintu air, dan tabat (dam overflow) untuk pengendalian muka air tanah.

Dengan adanya sawah lebak ini, maka bisa meningkatkan pembangunan pertanian. Contohnya, dengan pemanfaatan penanaman padi dapat memenuhi kebutuhan pangan serta mendapatkan pendapatan.

D. Masalah Pengembangan Sawah Lebak dalam Pembangunan Pertanian

Dalam pembangunan pertanian di Indonesia, ada empat masalah dan tantangan serius yang dihadapi yaitu :

(1) berkurangnya lahan subur untuk usaha pertanian,

(2) meningkatnya kebutuhan hasil pertanian terutama khususnya beras,

(3) melandainya peningkatan produktivitas lahan sawah akibat cekaman lingkungan dan pemanfaatan intensif dimasa lalu,

(4) makin berkurangnya minat generasi muda yang mau bekerja di sektor pertanian.

Namun dilihat dari pengembangan Sawah/Lahan Rawa Lebak itu sendiri, masalah utama pengembangan lahan lebak untuk usaha pertanian adalah kondisi rejim airnya fluktuatif dan seringkali sulit diduga, hidrotopografi lahannya beragam dan umumnya belum ditata baik, kebanjiran pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau terutama di lahan lebak dangkal, dan sebagian lahannya bertanah gambut. Dengan kondisi demikian, maka pengembangan lahan lebak untuk usaha pertanian khususnya tanaman pangan dalam skala luas memerlukan penataan lahan dan jaringan tata air serta penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayahnya agar diperoleh hasil yang optimal.

Selain masalah lahan, pengembangan lahan lebak untuk pertanian juga menghadapi berbagai kendala, diantaranya : kondisi sosial ekonomi masyarakat serta kelembagaan dan prasarana pendukung yang umumnya belum memadai atau bahkan belum ada. Hal ini terutama menyangkut kepemilikan lahan, keterbatasan tenaga dan modal kerja serta kemampuan petani dalam memahami karakteristik dan teknologi pengelolaan lahan lebak, penyediaan sarana produksi, prasarana tata air dan perhubungan serta jalan usahatani, pasca panen dan pemasaran hasil pertanian.

 


BAB III

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

  1. Sawah adalah lahan usaha pertanian yang secara fisik berpermukaan rata, dibatasi oleh pematang, serta dapat ditanami padi, palawija atau tanaman budidaya lainnya.
  2. Sawah
  3. Sawah lebak dapat meningkatkan pempangunan pertanian

B. Saran


DAFTAR PUSTAKA

 

aluhlangkar.blogspot.com/2008/08/rawa-lebak

http://agrimaniax.blogspot.com/2010/05/sawah-jenis-jenis-tanah.html

http://balittra.litbang.deptan.go.id/prosiding06/Utama-3.pdf

http://www.damandiri.or.id/file/dwiharyonoipbbab2.pdf

 

http://www.deptan.go.id/renbangtan/konsep_pembangunan_pertanian.pdf

 

http://www.kamusilmiah.com/tag/sawah-lebak/

http://www.nuansamasel.blogspot.com/2010/07/sawah-lebak.html

http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/MP_Pros_A1_2009.pdf

 

www.balitbangdasumsel.net/data/download/20100414130558.pdf

LAMPIRAN

Tanah mineral berpasir

Tanah gambut bersisipan dengan tanah mineral

Tanah gambut utuh

Dipublikasi di pemper, tugas | Tag , , , | Meninggalkan komentar

EKONOMI SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN KEMANA PRIORITASNYA ???

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. A.    Latar Belakang

1.      Pengertian Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

a) Sumber daya alam berdasarkan jenisnya :

Ø  sumber daya alam hayati / biotic adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain

Ø  sumber daya alam non hayati / abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain

b) Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuannya :

Ø  sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain.

Ø  sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.

Ø  Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited. contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.

c) Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya :

Ø  sumber daya alam penghasil bahan baku adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain

Ø  sumber daya alam penghasil energy adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.

2.      Peranan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Salah satu peranan dari ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yaitu sebagai penyedia bahan baku, penerima sisa produksi/konsumsi (limbah), dan penyedia fasilitas. Implikasi dari peranan tersebut adalah bahwa lingkungan merupakan komponen penting dari sistem ekonomi. Artinya bahwa tanpa adanya lingkungan maka sistem ekonomi tidak akan berfungsi. Ini menyiratkan bahwa dalam sistem ekonomi, nilai lingkungan harus diperlakukan sama, seperti halnya perlakuan terhadap nilai aset yang lain (tenaga kerja dan modal) yakni sebagai aset ekonomi. Ini berarti pula bahwa jika ekonomi ingin diperbaiki, maka kualitas sumberdaya alam dan lingkungan perlu dipertahankan.

Pembangunan ekonomi saling berkaitan satu sama lain sehingga kebijaksanaan- kebijaksanaan pertanian dapat berakar pada degradasi lahan, air, dan hutan. Juga ekonomi dan ekologi harus dipadukan dalam proses pengambilan keputusan dan pembuatan hukum tidak hanya untuk melindungi lingkungan, namun juga untuk melindungi dan meningkatkan pembangunan. Dengan demikian pembangunan ekonomi yang mesti diterapkan adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan dalam arti tidak menguras sumberdaya alam dan merusak lingkungan.

Tujuan akhir pengelolaan sumberdaya alam adalah kesejahteraan masyarakat (social welfare) dengan tujuan antara seperti sumber devisa, pemenuhan kebutuhan manusia, pelestarian lingkungan, pembangunan daerah/masyarakat dan pemerataan. Untuk keperluan tersebut informasi mengenai cadangan yang ada, kegiatan eksplorasi, produksi, konsumsi, biaya, harga, faktor lingkungan, dan lain-lain sangat diperlukan. Aplikasi ilmu ekonomi terhadap isu-isu lingkungan diharapkan akan dapat meningkatkan kesadaran yang lebih mendalam terhadap pentingnya lingkungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan yang diharapkan. Ini mengandung pengertian bahwa peningkatan kualitas lingkungan juga merupakan peningkatan ekonomi apabila kepuasan atau kesejahteraan sosial meningkat.

Mengingat SDA tersebut ketersediaannya terbatas, maka diperlukan cara pengelolaan yang bijaksana dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka prinsip ekonomi lingkungan sangat diperlukan dalam rangka menuju penggunaan SDA dan lingkungan yang berkelanjutan. Adanya pertumbuhan ekonomi akan menimbulkan dampak positif bagi kehidupan manusia berupa tersedianya barang dan jasa dalam perekonomian dan di sisi lain memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia berupa pencemaran lingkungan dan menipisnya persediaan sumberdaya alam.

  1. B.     Permasalahan
    1. Bagaimana cara pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang baik sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan bagi masyarakat?
    2. Bagaimana cara mengendalikan dan mengawasi sumber daya alam dan lingkungan dengan baik?
    3. Bagaimana cara memfasilitasi manajemen pembangunan terutama dalam pembangunan yang berwawasan dan berkelanjutan?
  1. C.    Tujuan

Untuk mengetahui penggunaan sumber daya alam dalam segala aspeknya serta dampaknya terhadap pembanguanan pertanian serta lingkungan sekitarnya.

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. A.    Mekanisme Pasar dalam Pengalokasian Sumber Daya Alami

Teori ekonomi selama ini amat bersandar pada paradigma kearifan pasar. Melalui mekanisme pasar, alokasi sumberdaya alami tertentu akan berlangsung mulus dan memberikan kepuasan optimal kepada semua pihak. Dalam kenyataannya kearifan pasar itu tidak selalu dapat diandalkan. Adanya kerusakan dan pencemaran lingkungan serta musnahnya sumberdaya alami tertentu dari tempat aslinya, kira-kira menjadi bukti dari adanya kegagalan pasar.

A. 1. Alasan Kegagalan pasar

Kegagalan pasar artinya ketidakmampuan mekanisme pasar dengan kekuatan suplai-deman-nya untuk mengendalikan keberadaan dan kemanfaatan suatu sumberdaya alami, sehingga SDA itu tersia-sia bahkan terancam hancur. Ini secara konsepsional mengimplikasikan 3 hal, yang pada hakikatnya : (1) pasar tidak sepenuhnya mampu memberi nilai kemanfaatan yang pantas kepada setiap sumberdaya alami, sehingga timbul kesan pemubaziran dan penyalah-gunaan. (2) pasar tidak mampu mengerem eksternalitas yang tidak sehat terjadi dalam kegiatan perekonomian, dan eksternalitas itu secara nyata mengurangi nilai nominal manfaat sumberdaya pembangunan. (3) pasar tidak selamanya bijak, melainkan seringkali terjebak kedalam perangkap bumerang  struktural yang diperankannya sendiri dan menghambat keberlanjutan ekonomi. Karena itu tipe kegagalan pasar amat terkait dengan sifat keberadaan dan kemanfaatan SDA.

Berikut ini ada 5 macam tipe kegagalan pasar :

 

1.1  Ciri sumberdaya alami tidak ber-HPK

Hak pemilikan kukuh (HPK) atas suatu benda, memilki 4 unsur, yaitu :

a.       Jelas diskripsi obyeknya

b.      Bebas pemiliknya memindah-tangankan obyek itu

c.       Lugas peran pemilik obyek itu, tak-terganggu orang lain

d.      Tegas peranan hukum dalam menegakkan hak pemiliknya

1.2   Ciri sumberdaya alami rawan eksternalitas

Isu ini timbul ketika ada pengusaha hanya mengambil manfaat suatu sumberdaya alami (misalnya sumberdaya perairan sungai) tanpa mempertimbangkan pengaruhnya berupa perubahan mutu dan fungsi air sehingga masyarakat dirugikan akibat adanya kegiatan usaha itu. Contoh sumberdaya alami rawan eksternalitas adalah unsur sumberdaya alami sampingan yang melekat pada sumberdaya alam-hayati utama.

1.3  Ciri sumberdaya alami tidak gampang pulih

Suatu bentang lahan hutan perbukitan curam Bukit barisan yang subur akan berubah menjadi lahan kritis bila erosi terus berlangsung sejalan dengan penerapan teknik budidaya tanpa konservasi. Oleh sebab itu mengingat fungsi ekologis hutan yang demikian pentingnya, maka upaya konservasi harus dilakukan. Sebagian areal hutan itu harus dilindungi serta sebagian lagi boleh dibuka dengan cara konservasi dan teknik pemuliaan terencana. Tidak pula jarang terjadi bahwa suatu sumberdaya alami sedang terancam kepunahan dan tingkat kerusakan yang ada tidak mudah dipulihkan sehingga kehadiran sumberdaya itu bermakna tinggi sekali bagi masyarakat pecintanya.

Oleh sebab itu, nilai-penuhnya harus dihitung agar dapat mengingatkan semua pihak akan betapa besar makna keberadaan sumberdaya itu. Persoalan yang sering kali dihadapi yaitu  sulit untuk menyakinkan pengusaha supaya melakukan konservasi yang menguntungkan dalam jangka panjang, ketimbang cara non-konservasi yang hanya menguntungkan dalam jangka pendek. Untuk merangsang para pengguna sumberdaya alami agar memakai teknik konservasi maka mereka perlu diyakinkan tentang seberapa besar hasil perhitungan nilai keunggulan konservasi itu jika dibandingkan dengan cara yang non konservasi.

1.4  Ciri sumberdaya alami berpasar tak sempurna

Amat sering terjadi karena alasan tertentu suatu sumberdaya dikuasai oleh pihak-pihak yang punya kekuatan lebih dan menyebabkan mereka memainkan pasar tak-bersaing sempurna. Contohnya, ketetapan nilai ikan lelang lebak lebung yang harus dibayar para pengemin kepada pihak pengelola perikanan lebak yang bersifat monopolis. Harga yang harus dibayar nelayan pengemin tidak sepenuhnya kenyataan harga ikan yang kelak harus diterima nelayan boleh jadi relatif murah.

Maka untuk mencapai laba dan demi kebutuhan hidup mereka, para nelayan akan terdorong mengeksploitasi jumlah ikan tangkapan mereka sekalipun dengan cara yang merusak keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Jelas pada kasus ini struktur pasar yang lebih sehat harus diciptakan sedemikian rupa sehingga posisi tawa-menawar para pemanen sumberdaya alami itu menjadi lebih kuat. Dengan cara yang demikian maka tindakan yang lebih rasional akan mungkin lebih terjadi dan tindakan keserakahan atau sebaliknya tindakan kebodohan akan lebih gampang dibina kearah yang lebih ramah dan sehat lingkungan.

1.5  Ciri sumberdaya alami peka kebijakan mikro

Seperti halnya panen sumberdaya alam-teludesi minyak bumi dan batubara, ternyata juga sumberdaya alami-hayati kehutanan amat terkait dengan kebijakan tingkat bunga bank. Jika bunga bank tinggi maka mekanisme pasar gagal mengendalikan eksploitasi berlebihan, bahkan justru mendorong panen besar demi memanfaatkan bunga bank melalui deposito uang hasil panen. Sebaliknya tingkat bunga yang rendah, tidak selalu gampang terjadi di negara-negara sedang berkembang yang dengan kebijakan bunga tinggi bermaksud menyedot dana tabungan masyarakat guna melanjutkan proses pembangunan sembari mengendalikan inflasi.

A. 2. Arah Kecermatan Pareto

Ilmu ekonomi sebenarnya mengarahkan orang untuk bertindak ekonomis (hemat) atau optimal (lumat) serta berperilaku efisien (cermat). Padanan kata cermat digunakan disini, sebab suatu tindakan ekonomi yang hemat (ekonomis) dan lumat (optimal) biasanya dicapai dengan kecermatan membaca kondisi diri dalam memanfaatkan situasi yang ada pada suatu waktu atau kurun waktu tertentu.

Kaedah efisien tersebut diatas berlaku untuk perorangan (mikro). Dalam batasan yang lebih makro, suatu keputusan alokasi sumberdaya dalam kurun waktu tertentu disebut cermat (efisien) bila dirasakan hasilnya tepatguna dan memuaskan semua pihak. Maksudnya, suatu keputusan atau kebijakan ekonomi dapat dikatakan efisien apabila perubahan alokasi sumberdaya akibat dari keputusan itu menguntungkan pihak (masyarakat yang dijadikan sasaran, tanpa merugikan pihak lain walau satu orang pun. Dengan berpegang pada prinsip ini, akan tercapai suatu keadaan dimana:

Tidak mungkin lagi membuat seseorang atau sekelompok orang jadi lebih kaya (sejahtera) tanpa menyebabkan setidaknya seorang lain dirugikan oleh tindakan itu.

Bila keadaan ini ditemui berarti keadaan telah mencapai Pareto Efisien atau Pareto Optimal. Dalam keadaan ini tindakan ekonomi untuk merubah alokasi sumberdaya tidak lagi dianjurkan, sampai nanti iptek berhasil meningkatkan tingkat produktifitas dan merubah pola konsumsi masyarakat. Maka jelas ciri serakah materialistik yang dijumpai disuatu masyarakat, tidak mempunyai kaitan langsung dengan konsep-konsep ilmu ekonomi yang hendak dipelajari. Walaupun demikian harus diakui bahwa kenyataan lapangan dapat saja jauh menyimpang dari apa yang menurut teori akan terjadi.

Tabel potensi manfaat suatu Ekosistem dalam Pertimbangan Nilai Penuh

Setempat (On-site) Sekitar (Off-site)
Manfaat Langsung dan dapat dipasarkan (direct use) Biasa diperhitungkan dalam analisis ekonomi (misalnya kayu, arang, madu, anggrek dan sebagainya) Jarang diperhitungkan karena keberadaannya di luar lokasi sasaran kajian (misalnya ikan yang migrasi ke daerah hilir)
Manfaat tak-langsung & Tanpa-pasar(indirect use) Jarang dipertimbangkan sebab bersifat sampingan (misalnya, sumber kayu bakar, lapangan pijah ikan dan udang, habitat satwa Cenderung dilupakan karena tak kasat mata (misalnya, peran pengatur siklus air, penahan abrasi pantai, penjinak racun perairan)
  1. B.     Hubungan Manajemen Sumber Daya Alami dengan Manajemen Pembangunan

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya. Komisi dunia untuk lingkungan dan pembangunan mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang.

Tujuan pembangunan berkelanjutan yang bermutu adalah tercapainya standar kesejahteraan hidup manusia dunia akhirat yang layak, cukup sandang, pangan, papan, pendidikan bagi anak-anaknya, kesehatan yang baik, lapangan kerja yang diperlukan, keamanan dan kebebasan berpolitik, kebebasan dari ketakutan dan tindak kekerasan, dan kebebasan untuk menggunakan hak-haknya sebagai warga negara. Taraf kesejahteraan ini diusahakan dicapai dengan menjaga kelestarian lingkungan alam serta tetap tersediannya sumber daya yang diperlukan.

Pola-pola manajemen dalam pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yaitu pola manajemen pesawat antartika, maksudnya meningkatnya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim, Jumlah karbondioksida yang lebih banyak di atmosfer, Lebih banyak air tetapi penyebarannya tidak merata, Pengurangan tutupan salju, Gletser yang mencair, Benua Arktik menghangat, dll. Perubahan pada iklim tersebut disebabkan secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan manusia yang mengubah komposisi atmosfer global dan juga terhadap variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu. Pola manajemen makhluk hidup, maksudnya antara jumlah penduduk dan persediaan sumber daya alam harus seimbang. Pola manajemen benda mati, maksudnya dalam menyusun manajemen tersebut juga perlu unsur-unsur lingkungan hidup seperti unsur hayati, sosial budaya dan fisik.

B.1  Kelestarian fungsi ekologi ( sasaran 1 : lingkungan alami )

Keterkaitan yang erat antara manusia dan lingkungan membuat manusia harus hidup dengan memanfaatkan alam demi kemakmuran hidup manusia. Hal itu wajar saja sepanjang tetap berpegang pada konsep ekosistem, yaitu keseimbangan (balancing) dan saling ketergantungan antara unsur-unsur kehidupan di alam. Indonesia saat ini menghadapi berbagai krisis multi dimensi, termasuk juga krisis lingkungan; antara lain suhu udara yang semakin panas karena pohon-pohon makin banyak ditebangi, hutan lindung yang rusak, taman laut yang rusak, pemborosan energi, pencemaran air, tanah, udara. Permasalahan klasik yang dihadapi sejak dahulu atas berbagai krisis lingkungan tersebut adalah akibat tarik-menarik antara kekuatan ekonomi dan kelestarian fungsi ekologis. Jalan tengah yang dapat diambil adalah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan biaya lingkungan yang masih bisa ditanggung akibat pertumbuhan ekonomi untuk menjaga kelestarian fungsi ekologis. Keseimbangan antara kekuatan ekonomi dan kelestarian fungsi ekologis harus ditopang good will dari lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, serta kerjasama yang sinergis antara ketiganya dalam visi yang sama atas kebijakan publik untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan. Tanpa good will dan kerjasama yang baik, mustahil akan terwujudkan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

1 . Kefungsian biosfir

  1. faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi

Pertumbuhan populasi dapat dipengaruhi oleh adanya kelahiran / natalitas, kematian / mortalitas, imigrasi, serta emigrasi.

  1. pembatasan pertumbuahan populasi dan daya dukung lingkungan

Pertumbuhan populasi terbatas oleh karena terbatasnya juga sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga manusia harus menggunakan sumber daya yang ada secara lebih efisien. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya daya dukung lingkungan, yaitu :

  • daya dukung absolut atau daya dukung maksimum
  • daya dukung keamanan
  • daya dukung optimum

2.  Keterkendalian kendala

a. faktor iklim dan atmosfer

Faktor iklim dan atmosfer dapat mempengaruhi laju pertumbuhan populasi di suatu daerah.

b. tanah

Tanah yang subur dan kaya akan zat mineral, merupakan tempat yang paling banyak di tumbuhi vegetasi. Sehingga terdapat persediaan makanan yang cukup untuk daerah tersebut.

c. air

Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup, sehingga dengan terbatasnya ketersediaan air maka pertumbuhan populasi pun akan terganggu.

d. faktor – faktor biotis

Adanya keseimbangan di dalam rantai makanan makhluk hidup, akan membiuat suatu ekosistem menjadi seimbang.

e. interaksi faktor – factor

Seluruh faktor – faktor kendala akan mengalami interaksi yang akan menimbulkan pengaruh timbal balik diantaranya.

B.2  Keunggulan fungsi SDM ( sasaran 2 : lingkungan sosial )

Fungsi SDM merupakan salah satu fungsi perusahaan yang penting, di samping fungsi perusahaan lain seperti pemasaran, produksi, dan keuangan. Saat ini semakin disadari bahwa SDM merupakan hal penting dan menjadi sumber keunggulan bersaing bagi organisasi. Beberapa isu utama berkaitan dengan SDM yang menyebabkan perusahaan perlu melakukan repositioning fungsi SDM antara lain :

1) Mengelola SDM untuk menciptakan kemampuan (kompetensi) SDM.

2) Mengelola diversitas tenaga kerja untuk meraih keunggulan bersaing.

3) Mengelola SDM untuk meningkatkan daya saing atau competitiveness.

4) Mengelolola SDM untuk menghadapi globalisasi (go international).

Macam-macam pendekatan sistem, yaitu pendekatan sistem ekologik, pendekatan sistem sosial, dan pendekatan sistem ekonomik. Pendekatan sistem ekologik, yaitu pendekatan yang lebih mengutamakan SDA yang dapat diperbaharui dengan tidak menggunakan SDA yang tidak dapat diperbaharui. Pendekatan sistem social, yaitu pendekatan yang lebih mengarah pada proses kegiatan manajemen yang kompleks. Pendekatan sistem ekonomik, yaitu pendekatan yang lebih mengarah pada metode atau tata cara untuk memahami sesuatu persoalan atau sesuatu pekerjaan terutama dalam hal SDA dan lingkungan.

B.3  Keberlanjutan fungsi pembangunan ( sasaran 3 ; lingkungan binaan )

1. keberlanjutan ekologis

Pembangunan berkelanjutan dibidang ekologi merupakan salah satu cara yang digunakan oleh Negara didunia untuk mempertahankan keberlangsungan sumberdaya alam bagi generasi berikutnya dimasa yang akan datang. Selain untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang, pembangunan ekologi secara berkelanjutan juga dibutuhkan untuk keberlangsungan ekosistem yang ada dibumi. Pada hakekatnya pembangunan berkelanjutan merupakan aktivitas memanfaatkan seluruh sumberdaya, guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat manusia. Pelaksanaan pembangunan pada dasarnya juga merupakan upaya memelihara keseimbangan antara lingkungan alami (sumberdaya alam hayati dan non hayati) dan lingkungan binaan (sumberdaya manusia dan buatan), sehingga sifat interaksi maupun interdependensi antar keduanya tetap dalam keserasian yang seimbang. Dalam kaitan ini, eksplorasi maupun eksploitasi komponen-komponen sumberdaya alam untuk pembangunan, harus seimbang dengan hasil/produk bahan alam dan pembuangan limbah ke alam lingkungan.

Prinsip pemeliharaan keseimbangan lingkungan harus menjadi dasar dari setiap upaya pembangunan atau perubahan untuk mencapai kesejahteraan manusia dan keberlanjutan fungsi alam semesta. Konsep pembangunan berkelanjutan adalah suatu tujuan yang operasional di seluruh dunia, baik di tingkat lokal, nasional, dan regional atau international. Untuk mencapai kelanjutan dalam bidang ekologi ini, perlu dilakukan keseimbangan antara ekonomi sosial budaya serta gaya hidup masyarakat, selain itu juga diperlukan pemahaman juga pola pikir yang lebih matang mengenai mengolah, mengkonsumsi serta mengambil keputusan yang akan mempengaruhi ekologi guna keberlangsungannya dimasa yang akan datang. Dan untuk melihat bagaimana pelaksanaan dan pengembangan pembangunan berkelanjutan di bidang ekologi ini penulis akan menghubungkannya dengan pembangunan ekonomi. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pengeksploitasian alam atau ekologi tidak akan terlepas dari konsumsi manusia dan itu sangat erat sekali hubungannya dengan ekonomi, baik itu mencakup produksi, distribusi atau tingkat konsumsi yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.

2. keberlanjutan ekonomis

Pembangunan ekonomi yang dikembangkan telah menggerakan pembangunan ekonomi yang cenderung ekstraktif dan berjangka pendek. Tanpa menafikan adanya perbaikan kualitas sumber daya dan linkungan, namun secara umum dapat dikatakan bahwa upaya mempertahankan fungsi lingkungan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari masih jauh dari yang diharpkan.

Bercermin pada kondisi Indonesia saat ini, maka pendekatan Ekonomi Hijau (Green ekonomy approach) dapat diartikan sebgai suatu model pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak lagi mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumberdaya alam dan lingkungan yang berlebihan. Ekonomi hijau merupakan suatu lompatan besar meninggalkan praktik-praktik ekonomi yang mementingkan keuntungan jangka pendek yang telah mewariskan berbagai permasalahan yang mendesak untuk ditangani termasuk mengerakan perekonomian yang endak karbon (low carbon economy).

Konsep ekonomi hijau meliputi cakupan yang luas dan merupakan paradigma baru dalam pembangunan ekonomi guna menggantikan kebijakan-kebijakan lingkungan yang masa lalu kerap difokuskan pada solusi jangkan pendek. Pendekatan ekonomi hijau merupakan win-win solution dalam mengakhiri perdebatan para penentu kebijakan yang tidak ada habis-habisnya seputar “pelestarian lingkungan” dan “pertumbuhan ekonomi”. Atau dengan kata lain, Ekonomi Hijau adalah model pembangunan ekonomi berbasiskan pengetahuan terhadap ecological economic antara ekonomi dan ekosistem serta dampak negatif akibat aktivitas ekonomi termasuk perubahan iklim dan pemanasan global.

3. keberlanjutan sosial budaya

Dalam hal keberlanjutan sosial dan budaya, secara menyeluruh keberlanjutan sosial dinyatakan dalam keadilan sosial. Hal-hal yang merupakan perhatian utama adalah stabilitas penduduk, pemenuhan kebutuhan dasar manusia, pertahanan keanekaragaman budaya dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan.

4. keberlanjutan sosial politik

Di bidang keberlanjutan politik terdapat pokok pikiran seperti perhatian terhadap HAM, kebebasan individu, hak-hak sosial,politik dan ekonomi, demokratisasi serta kepastian ekologis.

5. keberlanjutan hankamnas ( pertahanan keamanan nasional )

Keberlanjutan di bidang pertahanan dan keamanan adalah keberlanjutan kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman dan gangguan. Persoalan berikutnya adalah harmonisasi antar struktur (suprastruktur dan infrastruktur) dalam menghadapi atau melaksanakan idealisasi pembangunan yang berkelanjutan. Apabila selama ini terjadi ketimpangan, maka yang terjadi adalah disharmonisasi yang berdampak pada hal yang lebih luas yaitu yang menyangkut nasionalisme, rasa kebangsaan dan “pudarnya negara bangsa”.

  1. C.    Pemecahan Masalah Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Masalah lingkungan adalah aspek negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan biofisik. Masalah lingkungan terbaru saat ini yang mendominasi mencakup perubahan iklim, polusi, dan hilangnya sumber daya alam.
Dalam lingkungan hidup di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di sungai, laut, tanah dan hutan yaitu sebagai berikut:

1) Pencemaran Sungai dan laut

Sungai dan laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti penggunaan bahan logam berat, pembuangan limbah cair kapal dan pemanfaatan air panas. Secara biologis, fisik dan kimia senyawa seperti logam tidak dapat dihancurkan. Di berbagai sektor industri dan rumah tangga seperti pemakaian bahan-bahan dari plastik.

2) Pencemaran Tanah

Tanah bisa dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap pupuk dan bahan pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya perubahan tanah menjadi kering dan keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang sangat besar yang terdapat di dalam tanah. Selain itu, pencemara tanah juga dapat disebabkan oleh sampah plastik karena pada umumnya sampah plastik tidak mengalami proses penghancuran secara sempurna.

3) Pencemaran Hutan

Hutan juga bisa mengalami kerusakan apabila dalam pemanfaatannya tidak terkendali dengan baik. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Salah satu contoh pencemaran atau kerusakan hutan adalah adanya penebangan secara liar. Jika kegiatan tersebut dilakukan secara terus-menerus maka dapat mengakibatkan penggundulan hutan.

Usaha Mengatasi berbagai Masalah Lingkungan Hidup. Pada umumnya permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:

a) Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Hidup dan Berkelanjutan
Untuk menanggulangi masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan perlu diadakan konservasi. Konservasi dapat diartikan sebagai upaya untuk memelihara lingkungan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sampai bangsa. Pengelolaan sumber daya alam merupakan usaha secara sadar dengan cara menggali sumber daya alam, tetapi tidak merusak sumber daya alam lainnya sehingga dalam penggunaannya harus memperhatikan pemeliharaan dan perbaikan kualitas dari sumber daya alam tersebut.

Adanya peningkatan perkembangan kemajuan di bidang produksi tidak perlu mengorbankan lingkungan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Apabila lingkungan tercemar maka akan berdampak buruk bagi kelanjutan dari keberadaan sumber daya alam yang akhirnya dapat menurunkan kehidupan masyarakat. Dalam pengelolaan sumber daya alam perlu diperhatikan keserasiannya dengan lingkungan. Keserasian lingkungan merupakan proses pembentukan lingkungan yang sifatnya relatif sama dengan pembentukan lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam agar berkelanjutan perlu diadakannya pelestarian terhadap lingkungan tanpa menghambat kemajuan.

b) Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan

Dalam pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari maka dapat dilakukan uasaha atau upaya sebagai berikut:

  • • Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang harus selalu hijau karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi perairan di darat.
    • Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air sebagia air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan.
  • • Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi sebagai reservoir air, tata air, peresapan air, dan keseimbangan lingkungan.
  • • Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.
    • Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan terhadap pembuangan air limbah yang banyak dibuang secara langsung ke sungai.
    • Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman penduduk, perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain.
  • • Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki tingkat pencemaran tinggi sehingga menimbulkan polusi.
  • • Memperbanyak penggunaan pupuk kandang dan organik dibandingkan dengan penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan pada tanah.
    • Melakukan reboisasi terhadap lahan yang kritis sebagai suatu bentuk usaha pengendalian agar memiliki nilai yang ekonomis.
  • • Pembuatan sengkedan, guludan, dan sasag yang betujuan untuk mengurangi laju erosi.
    • Adanya pengendalian terhadap penggunan sumber daya alam secara berlebihan.c) Pengelolaan Daur Ulang Sumber Daya alam

Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat dikurangi dengan cara melakukan pengembangan usaha seperti mendaur ulang bahan-bahan yang sebagian besar orang menganggap sampah, sebenarnya dapat dijadikan barang lain yang bisa bermanfaat dan tentunya dengan pengolahan yang baik. Pengelolaan limbah sangat efisien dalam upaya untuk mengatasi masalah lingkungan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengelolaan limbah dengan menggunakan konsep daur ulang adalah sebagai berikut:
• Melakukan pengelompokan dan pemisahan limbah terlebih dahulu.
• Pengelolaan limbah menjadi barang yang bermanfaat serta memilki nilai ekonomis.
• Dalam pengolahan limbah juga harus mengembangkan penggunaan teknologi.

d) Pelestarian Flora dan Fauna

Untuk menjaga kelestarian flora dan fauna, upaya yang dapat dilakukan adalah mendirikan tempat atau daerah dengan memberikan perlindungan khusus yaitu sebagai berikut:

  • • Hutan Suaka Alam merupakan daerah khusus yang diperuntukan untuk melindungi alam hayati.
  • • Suaka Marga Satwa merupakan salah satu dari daerah hutan suaka alam yang tujuannya sebagai tempat perlindungan untuk hewan-hewan langka agar tidak punah.
    • Taman Nasional yaitu daerah yang cukup luas yang tujuannya sebagai tempat perlindungan alam dan bukan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat rekreasi.
    • Cagar alam merupakan daerah dari hutan suaka alam yang dijadikan sebagai tempat perlindungan untuk keadaan alam yang mempunyai ciri khusus termasuk di dalamnya meliputi flora dan fauna serta lingkungan abiotiknya yang berfungsi untuk kepentingn kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    KESIMPULAN
  2. Melalui mekanisme pasar, alokasi sumberdaya alami tertentu akan berlangsung mulus dan memberikan kepuasan optimal kepada semua pihak
  3. Pareto optimal : Tidak mungkin lagi membuat seseorang atau sekelompok orang jadi lebih kaya (sejahtera) tanpa menyebabkan setidaknya seorang lain dirugikan oleh tindakan itu.
  4. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya
  5. Pembangunan berkelanjutan adalah kegiatan terencana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan dan kesempatan generasi selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan mereka
  6. Masalah lingkungan adalah aspek negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan biofisik

 

  1. B.     SARAN

Untuk keterangan lebih lanjut, anda dapat membaca literatur – literatur yang berkaitan.

DAFTAR PUSTAKA

http://bennisetiawan.blogspot.com/2008/03/pembangunan-berwawasan-lingkungan.html

http://blog.unnes.ac.id/irma/2010/11/24/pemanfaatan-sda-kaitannya-dengan-ekonomi-dan-lingkungan/

http://unfccc.int/files/meetings/cop_13/press/application/pdf/sekilas_tentang_perubahan_iklim.pdf

http://geografi161.blogspot.com/2008/10/sumber-daya-alam.html

http://www.menlh.go.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=3725%3APLI2009%3APress-Release&Itemid=237&lang=en

http://asep-m-ramdan.blogspot.com/2008/10/budaya.html

http://organisasi.org/pengertian_sumber_daya_alam_dan_pembagian_macam_jenisnya_biologi

http://penelitian.unair.ac.id/artikel_dosen_Krisis%20Lingkungan:%20Tarik-Menarik%20Antara%20Kekuatan%20Ekonomi%20dan%20Kelestarian%20Fungsi%20Ekologis_3148

http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/man/article/viewFile/15623/15615

http://rahmiewinata.blogspot.com/2011/03/3-hubungan-pembangunan-berkelanjutan.html

http://trimurwaningsih.staff.fkip.uns.ac.id/2009/08/10/bab-i-pendahuluan/

Dipublikasi di esdal, tugas | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Baju Bali

clip_image002 clip_image004

LDR 98                              LDR 89

Rp. 85.000,-                     Rp. 85.000,-

clip_image006 clip_image008

LDC 42                             DSH 5

Rp. 75.000,-                   Rp. 75.000,-

clip_image010 clip_image012

LDH 12                          DCP 11

Rp. 75.000,-                 Rp. 65.000,-

clip_image014 clip_image016

AM 32                              MB 01

Rp. 60.000,-                    Rp. 60.000,-

clip_image018 clip_image020

BR 04                             BRL 15

Rp. 50.000,-                 Rp. 45.000,-

Dipublikasi di Bisnis | Meninggalkan komentar

C.I.N.T.A

cinta, sebuah kata yang selalu di agung – agungkan

cinta, sebuah kata yang terdengar merdu

cinta, sebuah kata yang membuat bahagia

cinta, sebuah kata yang membawa kecerian

namun….

cinta, sebuah kata yang menipu

cinta, sebuah kata yang menyayat hati

cinta, sebuah kata yang membawa duka

cinta, sebuah kata yang membuat sakit hati

Mencintai…

ingin memberikan kebahagian

rela berbuat apa saja

hati selalu gelisah

takut kehilangan

Dicintai…

mendapatkan perhatian lebih

merasa nyaman dan tentram

hati berbunga – bunga

kasih sayang selalu ada

Mencintai atau Dicintai….

pilihan yang sulit

bila dapat aku ingin mencintai dan dicintai

tak semua harap terkabul

tak semua cinta indah

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

Maaf Untuk Bunda

Ku telusuri lorong demi lorong yang bercat putih, dan tercium aroma khas Rumah Sakit di setiap sudut ruangan. Hampir sebulan terakhir ini, Aku selalu pergi ke Rumah Sakit sepulang Sekolah. Karena Bunda Ku masih terbaring lemah di sana, Bunda menderita penyakit kuning dan para dokter telah menvonis umur Bunda tidak akan lama lagi. Tapi Aku selalu percaya pasti ada sebuah mukzijat untuk hambanya. Tapi bila aku melihat Bunda menderita, Aku selalu berharap penderitaan Bunda segera berakhir. Kamar 2B tempat Bunda di rawat, Ku pun masuk dengan membawa seikat bunga Lily, Bunga kesukaan Bunda.
“holla.. sayang gimana sekolah kamu hari ini?”, Tanya Bunda dengan suara lirih.
“Baik, Bunda! Bunda gak usah khawatirin Nesa dech.. yang penting Bunda sehat..”
“Nes, ada yang ingin Bunda omongin sama kamu!”
“ngomong aja lagi Bunda.. Bunda pengen Nesa bawain apa besok?”
“Gak sayang.. Bunda cuma mo pesen sama kamu! Jaga adik-adik dan Ayah mu dengan baik ya Nes.. Nesa harus tegar di depan adik-adik kamu.. dan satu lagi Bunda harap kamu gak akan melupakan Bunda.. itu aja koq pesen Bunda!!”
“Bunda koq ngomong gitu?? Nesa yakin Bunda akan sembuh.. dan Nesa akan melakukan semua pesan Bunda.. Jadi bunda jangan Khawatirin kami semua”, tak terasa pipiku telah basah.
“Sayang please jangan nangis yach.. semalam Bunda lihat Omah kamu sudah nunggu Bunda jadi Bunda harus pergi saying. Bunda mau kamu mengantar Bunda dengan senyuman ya sayang !!”
“Ya Bunda Nesa akan melakukan itu semua asal Bunda janji sama Nesa untuk terus bertahan”
“Nesa, Bunda sudah gak kuat lagi.. makasih untuk semuanya.. sampaikan sama Ayah dan adik-adik kamu kalo bunda sayang sama semunya..”
“iya bunda…”
“Nes, itu Omah dan Opah sudah datang.. Bunda sayang kamu………..”
“Bun…… Bunda!!!!!!! Jangan tinggalin Nesa……..”
☺☺☺
Gimana yach nasib ku nanti?? Pertanyaan itu selalu muncul di benakku. Entah mengapa bulir-bulir airmata terus mengalir dari celah-celah mataku. Ku pandangi tanah menggunung merah yang masih basah, di sanalah orang yang paling ku sayangi istirahat untuk selama-lamanya. Tapi aku harus tetap tegar, aku masih punya ayah dan adik-adik yang menyayangiku. Ooohh Tuhan Buatlah aku menjadi gadis yang tegar menghadapi kenyataan ini. “Nes, ayo pulang!!” Tante Mira menyadarkan ku dari lamunan, “ eeehh… iya Tante, bentar lagi”
“Nesa sayang ini sudah sore, lagian adik-adikmu kan udah nunggu di mobil!!! kasian kan??” , dengan langkah gontai aku berjalan menjauhi tempat istirahat Bunda. Hati ku pun berbisik, “Bunda istirahatlah yang tenang, aku janji akan menjaga Ayah, Nino, dan Nisa!!! Bunda jangan khawatir!!!”
☺☺☺
Gak terasa sudah sekarang Aku sudah jadi anak SMA, gerbang sekolah baru Ku sudah terliahat. Pokoknya Aku gak mau ngecewain Bunda Aku harus bisa. Dengan langkah berat Ku masuki gerbang itu, hari ini hari pertama Ospek. Wah.. tapi kayaknya Aku sudah telat aduh gawat nih..
“Ups.. sorry.. sorry.. aku gak sengaja”, tanpa sengaja Aku telah menabrak orang di pintu gerbang. “ Mata lho kemana sich?? Orang sebesar ini aja gak keliatan”, pria yang Ku trabak terus menggerutu. “Maaf Kak aku gak sengaja, tadi aku lagi mo cepet-cepet”
“Lho anak baru yach?? Makanya kalo datang tuh pagian ngapa!!”
“Iya Kak, Aku anak baru! Kak boleh Tanya gak OSPEKnya dimana?”
“Tuh OSPEKnya di tengah lapangan!! Cepet lho kesana”
“ Makasih ya.. Kak!!”
Aduh gimana nich gara-gara nyiapin sarapan jadi telat deh. Dengan napas terputus-putus akhirnya Aku sampai di tengah lapangan, ternyata derita ku belum berakhir gara-gara telat Aku pun di suruh keliling lapangan sebanyak 10 kali. Ooohh Tuhan kenapa harus ada OSPEK hiks..hiks…hiks…
“ayo semuanya kumpul!!! Kak Seno, ketua panitia mo ngomong”
Wah.. bukankah itu kakak yang tadi Aku tabrak, ternyata dia ketua panitia aduh cakepnya. Siapa namanya tadi?? Seno, nama yang bagus sama kayak orangnya. Tapi kayaknya penderitaan Ku akan bertambah, aduk gimana nich?? “Harap perhatian sebentar semuanya” kak Seno membuka pembicaraannya, “ Saya harap besok gak ada lagi yang datang terlambat, dan jangan lupa sarapan dulu ok!!”, sepertinya kak Seno menyindirku tapi yang lain menjawabnya “ ok.. Kak!!”.
OSPEK berlangsung selama seminggu, dan selama seminggu itu pun Aku selalu dapat hukuman. Aduh betapa menderitanya Aku ini. Yang lebih tak Ku duga, saat Ku ceritakan semuanya pada Helen, sahabat Ku. Dia hanya berkata “ makanya suruh ayahmu cari Bunda lagi”. Apa Aku gak kesel belum setengah tahun Bunda meniggal dia malah suruh cari Bunda baru, mana Ku mau. Malahan Aku berharap Ayah tidak menikah lagi, biarlah Aku saja yang mengurus Ayah dan adik-adik Ku. Bukannya Ku sudah berjanji pada Bunda.
☺☺☺
Ternyata susah ya jadi anakSMA, pelajarannya rumit-rumit. Walaupun Aku sudah baca begitu banyak buku di Perpus tapi tetap aja gak ngerti. Sebenarnya Aku ke Perpus bukan Cuma mo baca buku tapi sekalian ngeliat Kak Seno, yang tiap hari mejeng di perpus. Tapi koq hari ini kak Seno gak ada di Perpus yach, apa Aku liat ke kelasnya aja??? Duh Aku jadi bingung nich. Dengan langkah berat Aku berjalan melewati kelas Kak Seno, di papan absensi kelas Kak Seno Ku liat Kak Seno gak masuk karna sakit. Apa yang harus Ku lakuain, apa Aku harus datang ke Rumah Kak Seno untuk menjenguknya. Tapi nanti Dia gak mau menerima kedatangan Ku lagi. Apa Ku tanya Lala aja yah, Dia kan tadi abis ngabsen.
“Hai.. La!! Makan apa Kamu? Bagi donks!!”
“Sorry yach Aku lagi lapar nich..”, jawab Lala sambil menarik mangkok baksonya menjauh dari pandangan Ku. Lala adalah teman sebangku Ku, Dia orang kedua setelah Helen yang tahu semua masalah Ku.
“Sabar bu’.. Aku mo nanya aja koq, kenapa Kak Seno gak masuk?”
“Kalo gak salah tadi kata temen-temennya Kak Seno lagi sakit!!”
“Sakit apa!!”
“Mending Kamu telpon aja dech!! Nich udah Aku pinta’in no nya!!”
“Wah.. thanks banget my friend, you’re so sweet now..”
“kalo ada maunya aja…”
“hee…hee…hee…”
tapi apa Aku harus telpon Kak Seno yah… gengsi donks!! Ntar Aku di omongin cewek yang agresif lagi ogah ah…
☺☺☺
Wah… buku ini nih yang sudah Ku cari-cari, eh koq Dia ngambil buku yang Ku incer sich. “ Maaf Aku mo pinjem buku itu?” Aku pun memberanikan diri menegur orang yang mengambil buku yang Ku incer. “ eh.. elho kan anak baru yang numbur Aku di gerbang pas hari pertama OSPEK”. Aduh gawat nih Kak Seno, Dia udah sembuh yah??? Aku pun menjawab dengan terpatah-patah “ ehh.. anu.. ii..ii..ya Kak”
“ boleh kenalan gak? Nama Ku Seno Raharja”
“sudah tahu koq Kak!”
“tapi Aku belum tahu nama Kamu kan?”
“eh.. iya.. lupa, nama saya Nesa!”
“ ooohh.. nama yang bagus, boleh tahu kepanjangan nama Kamu?
“ makasih Kak, nama panjang saya Nesa Putrisesa”
“ Kamu suka baca buku-buku puisi yach”
“ooohh iya Kak, Kak bolehkan Aku pinjem dulu bukunya”
“ silakan aja, kebetulan Aku sudah pernah bacanya”
“ makasih banyak ya Kak”
Setelah kejadian waktu itu, rasanya sudah lama Aku gak datang ke Rumah Helen. Tapi, akhirnya kemarin Aku memutuskan untuk pergi ke Rumah Helen. Sesampainya di Rumah Helen Aku mendengar keributan antara kedua orang tua Helen, Helen cerita kalo ibunya ingin bercerai dari ayahnya yang tukang mabuk-mabukan. Mendengar cerita Helen Aku menjadi sedih dan ikut prihatin, dan Aku merasa bersalah Karena selama ini Aku gak menemaninya.
☺☺☺
Saat pulang dari rumah Helen aku melihat mobil Ayah ada di depan Rumah, sudah 2 minggu ini Ayah pergi ke luar kota. Memang sejak kepergian Bunda, Ayah sering pergi ke luar kota. Tapi tak Ku sangka Ayah pulang dengan membawa seorang wanita. Ternyata wanita itu adalah teman kantor Ayah sekaligus kekasih Ayah. Tentu saja Aku gak detuju dengan hungangan itu,
“Nesa kamu jangan egois dong, adik kamu masih butuh kasih sayang seorang ibu”
“bukannya Aku egois Yah, tapi kan belum setahun ibu pergi”
“Ayah tidak akan menikah dalam waktu dekat ini koq!!”
“ tetep aja Yah, Nesa gak setuju.. karna menurut Nesa dia bukan ibu yang baik!! Liat aja dandanannya”
sejak pertengkaran malam itu Ayah tak pernah lagi membawa kekasihnya ke rumah. Apa Aku terlalu egois??, Ku pikir semua yang Ku lakukan ada benarnya juga ini demi kebaikan semuanya.
☺☺☺
Pagi ini seperti biasanya Aku menunggu angkotdepan lorong, tapi koq kayaknya hari ini gak ada angkot yang lewat yach!! Gimana nich Aku bisa telat, mana jam pertama pelajaran fisaka lagi bisa kena marah guru killer nich. Ku dengar ada suara klakson motor yang stop persis di depan Ku “ hai nes, mo barangan gak entar telat??”
Wow ternyata kak Seno, aduh Aku mesti gimana nich
“gak usah Kak, bentar lagi juga angkotnya lewat!!”
“kayaknya hari ini supir angkotnya lagi demo kenaikan BBM tuh!!”
“iya… ya.. Kak, pantesan dari tadi gak ada yang lewat”
“jadi gak ikut? Tenang aja gak bakalan Aku apa-apain koq!!”
Akhirnya Aku pun duduk di boncengan Kak Seno. Sesampainya di sekolah Ku ceritakan hal yang baru saja ku alami ke Lala,
“La, aku tadi berangkat bareng kak Seno loh!”
“bagus donks Nes, itu tandanya ada kemajuan”
“kemajuan apa maksudnya?”
“berarti Kak seno juga suka sama Kamu!!”
“kalo gitu Aku punya kesempatan jadi pacarnya donks”
“Yaa iyalah…”
“trus tadi Dia ngajak Aku ketemuan di Perpus.. katanya ada yang ada mo Dia kasih ke Aku.. Gimana nich?”
“Ya udah Kamu ke Perpus aja nanti!! Dari pada kamu penasaran ya kan!!”
“iya juga sich… ya udah Aku ke Perpus dulu yah… da..dah..”
Ku lihat Kak Seno sedang duduk sambil baca buku, Aku pun memberanikan diri menghampiri Kak Seno.
“Hai Kak.. ada apa ya?”
“Ada apa, apanya?”
“Kata Kakak tadi ada yang mo di kasih??”
“Oooh ya.. ini kemarin Aku dari toko buku dan beli buku ini tuk Kamu!!”
“Serius nih Kak.. makasih yah..”
Wah.. Kak Seno baik banget, tapi apa ini koq kayaknya surat.
“apa tuh Nes? Surat cinta ya? Dari sapa?”
“Aku aja gak tahu ini apa? La..”
“ya udah Kamu buka aja!! Biar gak penasaran!!”
“ iya yah…”
Dengan sedikit ragu Aku pun membuka surat itu…
Dear Nesa…
Saat pertama kali ku melihat mu kurasakan ada getar-getar cinta.
Ingin rasanya diri ini selalu bersamamu…
Ku mohon kau mau menemui ku pulang sekolah nanti
Ku tunggu kau di gerbang tempat pertama kali kita bertemu
Seno
Hah.. surat dari Kak Seno, apa yang harus Ku lakukan??
“Nes, Kamu harus nemuin Kak Seno pulang ini!! Ntar Aku temenin deh!!”
☺☺☺
Bel pulang telah berdering tapi aku masih bingung apa yang harus aku lakukan. Tapi kesempatan bagus seperti ini gak boleh di sia-siakan. Aku dan Lala menunggu kak Seno di gerbang, tapi koq sampai sekolah sesepi ini kak Seno belum juga datang, bahkan Lala aja udah di jumput. Apa Kak Seno Cuma mo ngerjain Aku aja yah? Ah dari pada Aku nunggu lama di sini mending Ku pulang aja, belum sempet Aku keluar gerbang Ku dengar ada yang manggil.
“Nes… Nesa.. tunggu…”
ku toleh suara itu, rupanya itu suara milik kak Seno.
“ada apa Kak?”
“sorry aku telat, coz tadi dapat tugas dari guru biologi”
“gak apa-apa koq kak! Kakak ada perlu apa dengan ku?”
“gimana kalo kamu aku anter pulang mau yach please..”
“iya dech…”
kulihat wajah kak Seno begitu senang. Kami pun pergi meniggalkan sekolah dengan motor Kak Seno. Di jalan Kak Seno mengajak Ku ke sebuah tempat, yang katanya sich tempat rahasianya.
“Kakak sering datang ke sini yach?”
“Iya dulu bareng sama keluarga Kakak”
“Ooohh…”
“Nes kamu tahu gak Ayah Ku baru aja Nikah lagi!!”
“Ibu Kakak dimana?”
“Waktu Kakak masih kecil Ibu Ku sudah meniggal”
“Maaf Kak… Bunda Ku juga sudah pergi koq!!”
“Gak apa-apa koq Nes, Aku rasa kamu harus tahu semua”
apa maksud dari perkataan Kak Seno yah.. Apa Dia…… ???
“emang kenapa Kak?”
“Karna Aku sayang banget sama kamu Nes, Kamu mau gak jadi pacarku?”
Deg… rasanya jantung Ku mo copet, Aku harus jawab apa ya? Dengan perlahan tapi pasti Ku anggukan kepala ku…
☺☺☺
Malam ini Ayah mengumpulkan kami semua di ruang keluarga, katanya ada yang ingin Ayah sampaikan. Nino dan Nisa sudah duduk manis sambil nonton tv. Tapi sepertinya Ayah masih ada di kamar,
“semuanya sudah kumpul?” tanya Ayah
“sudah Yah..” kami menjawab serampak
“Ayah hanya mo bilang kalau bulan depan Ayah akan menikah!!”
sepertinya petir telah menyambar tubuh Ku, bukannya Ayah tidak lagi berhubungan dengan wanita itu. Tapi kenapa Ayah tibia-tiba akan menikah bulan depan, dengan siapa ayah akan menikah. Begitu banyak pertanyaan mengganjal di benakku, belumlah hilang bayangan tentang penembakkan yang kak Seno lakukan tadi siang. Sekarang Ayah menghancurkan kesenangan ku. Aku pun memberanikan kan diri bertanya,
“ Ayah akan menikah dengan siapa?”
“kalian sudah mengenalnya dengan baik”
“siapa Yah?
“Minggu depan Ayah akan mengajaknya ke sini, tapi kalian setuju kan?”
“liat aja nanti Yah!!”
“sekarang sudah malam nanti kalian kesiangan lagi, ayo semuanya tidur!!”
☺☺☺
Pagi ini mood ku kurang baik setelah mendengar keiningan Ayah semalam. Seperti janjinya kemarin pagi ini Kak seno menjumput ku, tapi Aku tak banyak bicara saat bersamanya. Aku masih ragu untuk menceritakannya dengan Kak seno, lebih baik nanti siang aku ke rumah Helen. Siang ini aku tidak pulang bersama Kak Seno, aku bilang padanya kalo aku mo ke rumah temen ada perlu. Untung saja Helen ada di rumahnya, ternyata Ayah dan ibu Helen telah bercerai sebulan yang lalu. Aku bercerita semua masalah ku pada Helen sambil menangis. dan Helen memberiku nasihat,
“Nes, bukan kah adik-adik mu masih perlu kasih saying seorang Bunda”
“iya aku tahu Len, tapi Bunda ku baru setahun meninggal”
“mungkin Ayahmu sudah memiliki calon yang baik, ingat Nes gak semuaq ibu tiri itu jahat loh…”
Setelah cerita panjang lebar dengan Helen akhirnya aku merasa lega sekarang aku siap untuk bertemu dengan calon Ayah.
☺☺☺
Malam ini Ayah begitu banyak pesen makanan. Sepertinya Ayah jadi membawa calon istrinya ke Rumah, tapi siapa calon istrinya itu? Ku dengar ada ketukan pintu, saat ku buka pintu aku terkejut. Ada apa Helen dan Ibunya datang malam-malam, tapi ku dengar Ayah menyuruhnya masuk. Aku pun semakin bingung, apa maksud semua ini? Apalagi saat Ayah bilang kalau Aku dan Helen akan menjadi saudra. Aku gak tahu Aku harus sedih atau seneng mendengarnya.
“Kalian semua sudah kenalkan Dengan Tante Heni? Dia yang akan menjadi Bunda baru kalian” Ayah membuka penbicaraan.
“iya.. kalian mau kan menerima Tante sebagai Bunda kalian?” Tante Heni pun bertanya pada Kami
“iya Tante…” Nino dan Nisa menjawab serempak, tapi aku hanya diam tak percaya bahwa yang akan menjadi Bunda ku nanti adalah Tante Heni. Bukannya aku gak suka dengan Tante Heni, Tante Heni orangnya baik sekali dan pintar masak pula. Tapi aku masih belum bisa menerimanya.
Besok Aku berencana untuk menceritakan semuanya ke Lala dan Kak Seno.
☺☺☺
Pagi ini aku akan cerita ke Lala dulu, baru setelah itu ke Kak seno dech.
“La, aku mo cerita nich bolehkan?”
“ya boleh donks Nes, cerita aja lagi”
“gini sebenarnya Ayah ku mo niakh lagi”
“Itu bagus donks, adik mu kan masih kecil-kecil”
“ iya tapi Ayah mau nikah sama Tante Heni, ibunya Helen sahabat baikku!”
“itu justru tambah bagus berarti kamu sudah tahu betul dengan calon Ayahmu kan?”
“iya, tapi apa aku harus setuju”
“ya.. iyalah.. Nes”
Apa Kak Seno akan sependapat dengan Lala ya?? Siang ini aku harus bicara sama kak Seno titik.
“Kak ada yang mau ku bicarakan!”
“ya udah kita bicaranya sambil makan siang yah”
Kami pun makan siang di tempat biasa kami makan, aku sempat ragu untuk membicarakan hal ini dengan kak Seno aku khawatir dia jadi ilfeel dengan ku. Tapi aku harus berani menceritakannya,
“kak sebenarnya aku mau cerita soal Ayahku”
“kenapa? Emangnya Ayahmu gak setuju dengan hubungan kita?”
“bukan itu masalahnya, Ayah setuju koq dengan hubungan kita”
“jadi apa donks?”
“Kakak tahu kan aku sudah gak punya Bunda lagi?”
“Ya.. trus ada apa?”
“Ayah ku mo nikah lagi!”
“jadi itu masalahnya yang buat kamu jadi anaeh belakangan ini!!”
“apa aku harus setuju?”
“itu semua balik lagi kediri kamu sendiri Nes!”
“Maksud kakak”
“kalo menurut kamu dia baik, ya kenapa kamu tolak”
“tapi kak aku gak mo mengkhianati Bunda ku”
“Pasti Bunda kamu ingin kamu dan Adik-adikmu bahagia, dia pasti rela Ayah mu menikah”
“gitu ya kak?”
“gak selamanya ibu tiri itu jahat loh.. buktinya kakak bisa hidup bahagia dengan ibu tiri”
“kak mau gak kakak nanti mengantarku ke suatu tempat”
“terserah kamu tuan putri ku”
☺☺☺
Setumpuk tanah merah yang tidak berubah dari setahun yang lalu, yang terukir nama Bunda di atas nisannya.
“Bunda ini bunga Lili kesukaan Bunda!”, kuletakkan bunga itu diatas makam Bunda
“maafin Nesa Bunda ya.. Nesa telah setuju dengan keputusan Ayah…” tak terasa airmataku telah mengalir
“tapi Nesa janji gak akan pernah melupakan bunda, Nesa janji Bunda!!”
“Nesa, Bunda mu akan selalu di kenang oleh semua orang yang mengenalnya” aku mencari sumber suara itu, Tante Heni dan Ayah,
Tante Heni pun memeluk ku dan dengan suara lirih aku berkata “ aku setuju dengan pernikahann kalian” Ayah pun ikut memelukku kami bertiga terlarut dalam keharuan, Ku lihat Kak Seno tersenyum bangga pada ku.
Hari sudah semakin larut… Tante Heni dan Ayah sudah pulang deluan. Tapi aku masih tetap berada disamping tempat istirahat Bunda sambil memanjatkan do’a untuk orang yang paling berjasa dalam hidup ku.
“Bunda Maafin Nesa yah.. Nesa akan selalu ingat dan sayang sama Bunda.. Nesa harap Bunda juga bahagia di sana”
“Nesa juga berharap bisa jadi wanita seperti Bunda”
Dengan berat hati Ku langkahkan kaki menjauhi Bunda. Ku lihat Kak Seno masih setia menunggu Ku , di samping motornya.
“Kak makasih yah… sudah mo menemani ku”
“gak apa-apa Nes, Aku akan selalu ada untukmu Nes…”
Bunda maafin Nesa yah.. Nesa harap Bunda bahagia dengan semua ini.. dan Bunda jangan khawatirin Nesa, Nino, Nisa, dan Ayah… We always Love You Bunda…… We promise will not forgetten you Bunda……
♥☺☼☺♥

cerpen karyaku waktu zaman sma dulu…

sudah lama ya…

Dipublikasi di cerpen | 1 Komentar

pilihan

hidup selalu penuh dengan pilihan

setiap pilihan penuh dengan resiko

setiap resiko harus ditanggung

semakin berat ujian semakin membuat dewasa

tanggung jawab harus dilaksanakan

bebaskan diri dari kebencian

bebaskan pikiran dari kecemasan

penuhi hidup dengan cinta

hadirkan kebahagiaan

hidup sederhana

memberi banyak warna

tersenyumlah!!!!

dunia menanti

Dipublikasi di puisi | 2 Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar